Mengakselerasi Pemeringkatan BUMNag di Kecamatan Tanjung Raya
Upaya peningkatan kualitas tata kelola Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) terus dikebut oleh Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Tanjung Raya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan Pendampingan Pemeringkatan BUMNag Bersama Lumbuang Bujang Sambilan LKD, yang dilaksanakan pada 15 April 2026 di Kantor BUMNag Bersama tersebut.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian penting dari proses penguatan kelembagaan BUMNag agar mampu berkembang secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pemeringkatan menjadi instrumen untuk mengukur capaian kinerja sekaligus memetakan langkah strategis ke depan.
TPP Tanjung Raya memandang bahwa percepatan pemeringkatan ini sangat krusial, terutama di tengah tuntutan peningkatan kualitas layanan ekonomi nagari. Dengan pemeringkatan yang baik, BUMNag tidak hanya memperoleh pengakuan kinerja, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan akses pembiayaan yang lebih luas.
Proses Pendampingan: Dari Pembukaan Sistem hingga Pengisian Data
Dalam kegiatan ini, TPP Tanjung Raya secara langsung memandu proses teknis pemeringkatan. Pendampingan dimulai dengan membuka website resmi pemeringkatan BUMNag, dilanjutkan dengan pengisian data yang menjadi indikator penilaian.
Proses ini tidak selalu berjalan mulus. Beberapa data membutuhkan verifikasi ulang, sementara sebagian lainnya perlu disesuaikan dengan dokumen pendukung. Namun, di sinilah peran pendamping menjadi penting: memastikan bahwa setiap data yang diinput benar, valid, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Pendampingan dilakukan secara dialogis. Tidak hanya teknis, tetapi juga menyentuh aspek pemahaman pengelola terhadap indikator penilaian. Dengan demikian, proses ini tidak berhenti pada pengisian data, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama.
Kehadiran Direktur Utama: Komitmen dari Pimpinan
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama BUMNag Bersama Lumbuang Bujang Sambilan LKD, Bapak Tomi Candra. Kehadiran pimpinan menjadi sinyal penting bahwa proses pemeringkatan mendapat perhatian serius dari internal lembaga.
Dalam diskusi yang berlangsung, beliau menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola dan kinerja BUMNag.
“Kami menyadari bahwa pemeringkatan ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga cermin dari sejauh mana kami menjalankan amanah. Kami ingin memastikan bahwa BUMNag ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pernyataan ini menunjukkan adanya kesadaran reflektif dari pengelola, bahwa keberhasilan BUMNag tidak hanya diukur dari keuntungan ekonomi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat nagari.
Diskusi Kinerja: Menemukan Kekuatan dan Tantangan
Selain pengisian data, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi mendalam terkait kinerja BUMNag Bersama Lumbuang Bujang Sambilan LKD. Diskusi ini menjadi ruang terbuka untuk mengidentifikasi capaian sekaligus tantangan yang dihadapi.
Beberapa aspek yang dibahas meliputi:
- Pengelolaan unit usaha
- Administrasi kelembagaan
- Kepatuhan terhadap regulasi
- Pelaporan keuangan
Dari diskusi tersebut, terlihat bahwa BUMNag Bersama ini memiliki potensi yang cukup besar. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperkuat, terutama dalam hal tata kelola kelembagaan.
TPP Tanjung Raya menekankan bahwa pemeringkatan bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang bagaimana BUMNag mampu menunjukkan praktik pengelolaan yang baik (good governance).
Pentingnya Musyawarah Antar Nagari (MAN) dalam Tata Kelola
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah belum dilaksanakannya Musyawarah Antar Nagari (MAN) oleh BUMNag Bersama Lumbuang Bujang Sambilan LKD.
Padahal, MAN merupakan bagian penting dari mekanisme tata kelola, terutama untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan keputusan strategis mendapat legitimasi dari para pemangku kepentingan nagari.
TPP Tanjung Raya mengingatkan bahwa pelaksanaan MAN bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan kewajiban yang diatur dalam regulasi.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama menjelaskan kondisi yang dihadapi saat ini.
“Sebenarnya laporan pertanggungjawaban keuangan sudah kami siapkan. Namun, para penasehat yang terdiri dari wali nagari saat ini masih fokus pada penanganan data pasca bencana, sehingga belum memungkinkan untuk menggelar MAN,” jelasnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika di lapangan sering kali memengaruhi proses tata kelola. Namun demikian, TPP tetap mendorong agar MAN dapat segera dilaksanakan ketika kondisi memungkinkan, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi sekaligus penguatan legitimasi kelembagaan.
Pemeringkatan sebagai Instrumen Evaluasi dan Perbaikan
Pemeringkatan BUMNag sejatinya bukan sekadar penilaian administratif. Lebih dari itu, ia merupakan instrumen evaluasi yang dapat membantu BUMNag melihat posisi dan arah pengembangannya.
Melalui pemeringkatan, BUMNag dapat:
- Mengetahui kekuatan dan kelemahan internal
- Mengidentifikasi peluang pengembangan usaha
- Memperbaiki tata kelola kelembagaan
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
Dalam konteks ini, peran pendamping menjadi sangat strategis. Tidak hanya sebagai fasilitator teknis, tetapi juga sebagai mitra reflektif yang membantu BUMNag memahami makna di balik setiap indikator penilaian.
Pendampingan yang dilakukan oleh TPP Tanjung Raya menunjukkan pendekatan yang tidak semata-mata prosedural, tetapi juga edukatif dan partisipatif.
Bahasa Sederhana, Dampak Nyata
Salah satu kekuatan dari kegiatan pendampingan ini adalah penggunaan pendekatan komunikasi yang sederhana dan membumi. TPP tidak menggunakan istilah yang rumit, tetapi menjelaskan setiap proses dengan bahasa yang mudah dipahami oleh pengelola.
Hal ini penting, karena keberhasilan pendampingan tidak hanya diukur dari terselesaikannya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana pemahaman peserta meningkat.
Dengan pendekatan ini, pengelola BUMNag tidak merasa “diperiksa”, tetapi justru diajak untuk bersama-sama belajar dan berkembang.
Refleksi: Antara Realitas Lapangan dan Tuntutan Regulasi
Kegiatan ini juga memberikan gambaran nyata tentang bagaimana BUMNag beroperasi di tengah berbagai dinamika. Di satu sisi, ada tuntutan untuk memenuhi regulasi. Di sisi lain, ada realitas lapangan yang tidak selalu ideal, seperti kondisi pasca bencana yang memengaruhi kesiapan para pemangku kepentingan.
Di sinilah pentingnya pendekatan yang adaptif dan kontekstual. Pendamping tidak hanya menuntut, tetapi juga memahami kondisi yang dihadapi oleh BUMNag.
Namun, pemahaman ini tidak boleh menjadi alasan untuk menunda perbaikan. Justru menjadi dasar untuk menyusun strategi yang lebih realistis dan berkelanjutan.
Penutup: Menguatkan Langkah, Menjaga Komitmen
Pendampingan Pemeringkatan BUMNag Bersama Lumbuang Bujang Sambilan LKD menjadi bukti bahwa upaya penguatan kelembagaan BUMNag terus berjalan, meskipun di tengah berbagai tantangan.
Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data pemeringkatan, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang pentingnya tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, dan komitmen untuk terus berkembang.
TPP Tanjung Raya telah menunjukkan perannya sebagai mitra strategis yang tidak hanya mendampingi, tetapi juga menguatkan. Sementara itu, BUMNag Bersama Lumbuang Bujang Sambilan LKD menunjukkan keterbukaan dan kesiapan untuk berbenah.
Ke depan, tantangan tentu masih ada. Namun, dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang terjaga, BUMNag tidak hanya akan mampu memenuhi standar pemeringkatan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nagari yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat

0 Komentar