Cegah Stunting Itu Penting! Kilas Rembuk Stunting Nagari Koto Gadang, Kec. IV Koto, Kab. Agam

                                     Koto Gadang, 25 Mei 2026


Kegiatan rembuk stunting Nagari Koto Gadang berlangsung dengan penuh semangat dan kepedulian bersama terhadap masa depan generasi muda. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, kader posyandu, perangkat nagari, tenaga kesehatan, serta tokoh masyarakat yang memiliki komitmen kuat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Rembuk stunting menjadi wadah penting untuk menyatukan pandangan, mengevaluasi kondisi yang ada, serta menyusun langkah prioritas demi menciptakan anak-anak nagari yang sehat dan berkualitas.



Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Puskesmas IV Koto yang menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak sejak dini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa konseling gizi bagi calon pengantin, sangat penting dilakukan. Menurut beliau, hampir semua ibu hamil sulit untuk makan yang cukup karena rasa mual dan kurangnya pemahaman tentang kebutuhan gizi selama kehamilan. Padahal ibu hamil wajib memperhatikan asupan gizi demi kesehatan dirinya dan perkembangan janin.

Kepala Puskesmas IV Koto juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat 14 kasus stunting di Nagari Koto Gadang dan hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama bagi seluruh pihak. Angka tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting masih harus terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor. Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap stunting sebagai persoalan individu semata, melainkan masalah bersama yang membutuhkan kepedulian dan aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat.

Selain itu, beliau juga mengimbau kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki balita agar lebih mengutamakan memasak makanan sendiri di rumah. Makanan rumahan dinilai lebih sehat karena kebersihan, kandungan gizi, dan kualitas bahan makanan dapat lebih terjamin. Dengan pola makan yang sehat dan seimbang, pertumbuhan anak dapat terjaga dengan baik sehingga risiko stunting dapat ditekan sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti memasak di rumah menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga kesehatan keluarga.



Dalam pemaparannya, Kepala Puskesmas IV Koto juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari konsumsi junk food, terutama bagi balita, anak-anak, dan ibu hamil. Makanan cepat saji yang rendah gizi dan tinggi kandungan garam maupun lemak dinilai dapat berdampak buruk terhadap tumbuh kembang janin dan pertumbuhan anak. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pola makan sehat demi menciptakan generasi yang kuat, sehat, dan cerdas di masa mendatang.

Beliau menegaskan bahwa tugas bersama seluruh masyarakat adalah membantu anak nagari tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh. Anak-anak merupakan aset masa depan nagari yang harus dijaga sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan. Dengan perhatian terhadap kesehatan, pendidikan, dan pola asuh yang baik, diharapkan angka stunting dapat ditekan secara bertahap dan kualitas sumber daya manusia di Nagari Koto Gadang semakin meningkat.

Setelah sambutan dan penyampaian materi dari Kepala Puskesmas IV Koto selesai, acara dilanjutkan dengan sesi rembuk stunting yang dipandu oleh Pak Aditia Rahmat dari TPP IV Koto. Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa kondisi dana desa pada tahun ini mengalami pengurangan karena adanya kebijakan pengalokasian untuk KDMP. Hal tersebut menyebabkan keterbatasan anggaran di nagari sehingga tidak semua usulan kegiatan pencegahan stunting dapat didanai. Oleh sebab itu, kegiatan yang diprioritaskan adalah program-program yang benar-benar penting dan berdampak langsung terhadap penanganan stunting.

Pak Aditia Rahmat juga menyampaikan bahwa terdapat tiga aspek utama yang perlu digali dalam mencari solusi permasalahan stunting, yaitu sasaran kegiatan, sarana dan prasarana posyandu, serta peningkatan kapasitas kader posyandu. Seluruh usulan kegiatan harus dimasukkan ke dalam APB dan RKP Nagari agar dapat memperoleh pendanaan dan direalisasikan. Pada akhir kegiatan dilakukan pembacaan hasil usulan tahun sebelumnya, penambahan usulan baru tahun ini, serta penetapan enam usulan prioritas yang akan dimasukkan ke dalam RKP Nagari sebagai langkah konkret dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan stunting di Nagari Koto Gadang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar