Serah Terima Kantor Jorong dan Posyandu Pilubang, Langkah Nyata Biaro Gadang Tingkatkan Pelayanan Masyarakat
Serah terima Gedung Wali Jorong dan Posyandu Pilubang menjadi langkah nyata menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat Nagari Biaro Gadang.(TPP Agam, 18 Juni 2026)
Biaro Gadang - TPP Agam : Sebuah bangunan sederhana di Jorong Pilubang, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, tampak lebih hidup dari biasanya. Sejumlah tokoh masyarakat, kader posyandu, perangkat nagari, bidan desa, hingga unsur pendamping desa berkumpul dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Hari itu bukan sekadar seremoni serah terima bangunan hasil renovasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol hadirnya perhatian pemerintah nagari terhadap pelayanan masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan dasar dan administrasi kewilayahan yang selama ini menjadi kebutuhan warga sehari-hari.
Gedung yang diresmikan tersebut memiliki fungsi ganda, yakni sebagai Kantor Wali Jorong Pilubang sekaligus Posyandu Pilubang, yang telah selesai diperbaiki melalui dukungan Dana Nagari.
Kegiatan serah terima dihadiri oleh perwakilan Camat Ampek Angkek yang diwakili Kasi Ketentraman dan Ketertiban Umum, Mira Susanti, S.Kom., MM, Wali Nagari Biaro Gadang Ishaq, unsur Bamus Nagari, perangkat nagari, wali jorong, bidan desa, kader posyandu, tokoh masyarakat serta Tim Pendamping Profesional Kecamatan Ampek Angkek yang dihadiri oleh Indra Nofiardi, Irawati, dan Surya Putra.
Renovasi Gedung yang Menjawab Kebutuhan Pelayanan Masyarakat
Bagi sebagian orang, renovasi sebuah gedung mungkin terlihat sebagai pekerjaan fisik biasa. Namun di tingkat jorong, keberadaan gedung yang layak memiliki arti yang jauh lebih besar.
Gedung ini menjadi tempat masyarakat mengurus berbagai kebutuhan administrasi sekaligus pusat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan keluarga sasaran lainnya. Kondisi bangunan yang nyaman tentu akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.
Dalam sambutannya, Wali Jorong Pilubang yang sekaligus bertugas sebagai Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan pemerintah nagari yang telah mengalokasikan anggaran untuk renovasi gedung tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Nagari Biaro Gadang yang telah mengalokasikan dana untuk renovasi gedung ini. Sekarang gedung menjadi lebih layak digunakan untuk pelayanan masyarakat dan kegiatan posyandu,” ungkapnya.
Ucapan tersebut mencerminkan bahwa pembangunan tidak selalu harus berupa proyek besar. Terkadang, memperbaiki fasilitas yang sudah ada justru memberikan manfaat yang lebih cepat dirasakan oleh masyarakat.
Baca Juga : Monitoring Akhir Pembangunan Posyandu Biaro Gadang: Memastikan Kualitas Sebelum Serah Terima
Komitmen Nagari Menghadirkan Fasilitas Posyandu yang Layak
Dalam kesempatan yang sama, Wali Nagari Biaro Gadang, Ishaq, menjelaskan bahwa peningkatan sarana pelayanan posyandu menjadi salah satu perhatian pemerintah nagari dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, hingga saat ini sudah terdapat sebelas kantor atau fasilitas yang mendukung layanan posyandu, baik berupa bangunan yang berdiri sendiri maupun yang masih memanfaatkan fasilitas yang ada.
“Pembangunan dan perbaikan fasilitas posyandu menjadi perhatian nagari. Saat ini sudah ada sebelas fasilitas pelayanan posyandu yang terbantu. Ada yang sudah memiliki gedung sendiri dan ada yang masih memanfaatkan bangunan yang tersedia,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru Posyandu di Jorong Lungguak Muto saat ini sedang memasuki tahap finalisasi dan diharapkan segera dapat diserahterimakan kepada masyarakat.
Khusus untuk Jorong Pilubang, ia berharap masyarakat bersama pemerintah jorong dapat segera mencari lokasi atau tanah yang memungkinkan dibangun gedung posyandu tersendiri pada masa mendatang.
Pernyataan ini memberikan pelajaran penting bahwa pembangunan desa bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi juga menyusun tahapan pembangunan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan nagari.
Baca Juga : FGD Stunting Nagari Biaro Gadang Bahas Perencanaan Berbasis Data untuk RKP 2027
Gedung yang Nyaman Membuat Masyarakat Merasa Diperhatikan
Sementara itu, Camat Ampek Angkek yang diwakili oleh Mira Susanti, S.Kom., MM, menekankan pentingnya menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.
Menurutnya, bangunan pelayanan yang nyaman akan memberikan dampak psikologis positif bagi masyarakat.
“Gedung yang nyaman akan membuat masyarakat betah datang dan merasa diperhatikan. Karena itu fasilitas yang sudah dibangun ini perlu dijaga dan dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Pesan tersebut sederhana namun sangat relevan. Tidak sedikit fasilitas umum yang dibangun dengan biaya besar tetapi kurang terawat karena minimnya rasa memiliki dari masyarakat.
Di sisi lain, bangunan yang sederhana sekalipun dapat menjadi pusat aktivitas yang hidup apabila dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh warga.
Serah Terima Bertingkat sebagai Bentuk Akuntabilitas Pembangunan
Salah satu hal menarik dalam kegiatan ini adalah proses serah terima yang dilakukan secara berjenjang.
Prosesi diawali dari proses serah terima dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) kepada Pelaksana Kegiatan, kemudian dilanjutkan serah terima Pelaksana Kegiatan kepada Wali Nagari dan terakhir Wali Nagari sebagai penanggung jawab pemerintahan nagari menyerahkan kepada masyarakat sebagai pihak yang akan memanfaatkan fasilitas tersebut.
Proses seperti ini sering kali dianggap sebagai formalitas administratif. Padahal jika dipahami lebih dalam, mekanisme tersebut merupakan bagian penting dari tata kelola pembangunan yang baik.
Serah terima berjenjang menunjukkan bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab yang jelas dalam proses pembangunan. Mulai dari pelaksanaan pekerjaan, pengawasan, penerimaan hasil pekerjaan, hingga pemanfaatan oleh masyarakat.
Bagi nagari lain, praktik ini dapat menjadi contoh bagaimana pembangunan fisik tidak hanya selesai pada tahap konstruksi, tetapi juga diikuti dengan mekanisme pertanggungjawaban yang transparan.
Baca Juga : Peran Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Desa
Posyandu Pilubang dan Tingginya Kesadaran Masyarakat
Di balik gedung yang baru direnovasi, terdapat cerita menarik mengenai tingginya partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan.
Dalam dialog santai setelah acara, Bidan Desa menyampaikan bahwa tingkat kunjungan ibu hamil untuk pemeriksaan di Posyandu Pilubang mencapai 100 persen. Capaian yang sama juga terlihat pada pelayanan balita dan imunisasi.
“Alhamdulillah, kesadaran masyarakat cukup tinggi. Ibu hamil melakukan pemeriksaan secara rutin, begitu juga dengan pelayanan balita dan imunisasi,” jelasnya.
Angka tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan fasilitas fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan kesadaran masyarakat.
Gedung yang baik memang penting, tetapi keberhasilan pelayanan kesehatan tetap ditentukan oleh partisipasi warga yang memanfaatkannya.
Selain layanan kesehatan rutin, gedung ini juga digunakan sebagai tempat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil dan balita sasaran. Program tersebut telah berjalan dengan baik dan mendapat dukungan masyarakat.
Kehadiran berbagai layanan dalam satu lokasi membuat fungsi gedung semakin strategis sebagai pusat pelayanan dasar masyarakat.
Belajar dari Pilubang: Pembangunan yang Dimulai dari Kebutuhan Nyata
Ada satu pelajaran penting yang dapat dipetik dari kegiatan serah terima ini.
Pembangunan yang berhasil bukan selalu pembangunan yang paling megah atau paling mahal. Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Renovasi Kantor Jorong dan Posyandu Pilubang mungkin terlihat sederhana. Namun manfaatnya dirasakan langsung oleh kader kesehatan, ibu hamil, balita, perangkat jorong, dan masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.
Dalam proses tersebut, pemerintah nagari berperan sebagai pengambil kebijakan, masyarakat sebagai pengguna manfaat, sementara pendamping desa hadir untuk memfasilitasi proses agar berjalan sesuai prinsip partisipatif, transparan, dan akuntabel.
Inilah esensi pemberdayaan yang sesungguhnya: membangun ruang pelayanan yang layak, memperkuat partisipasi masyarakat, dan memastikan setiap pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Ketika sebuah gedung digunakan dengan baik, dijaga bersama, dan menjadi tempat lahirnya pelayanan yang berkualitas, maka pembangunan tidak lagi sekadar bangunan fisik. Ia telah berubah menjadi investasi sosial bagi masa depan masyarakat nagari.
Dari Pilubang, kita belajar bahwa perhatian terhadap fasilitas pelayanan dasar adalah bentuk nyata keberpihakan kepada masyarakat. Dan ketika pemerintah nagari, kader, tenaga kesehatan, masyarakat, serta pendamping berjalan bersama, maka pembangunan akan lebih mudah menghadirkan manfaat yang berkelanjutan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar